Mau kenal Lebih Jauh dengan Saya? Yuk Add my Facebook..^_^
Kamis

Pemerataan Sekolah, Penghapusan RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional)

Dengan diputuskannya penghapusan RSBI oleh Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu tentu membuatn sebagian sekolah yang sudah bertarap RSBI tersebut menjadi sedih karena harus meninggalkan status RSBI nya.

“dengan dihapusnya RSBI ini saya berharap tidak ada sekolah yang terpinggirkan, sekolah harus terus berlomba untuk mencetak para siswa yang kompeten, supaya sekolah tersebut dapat memiliki nilai jual, ” ujar Hery Priyanto kepada Mata Banua beberapa Waktu lalu.

Lanjut Hery, dengan adanya keputusan MK tersebut terkait dengan pembubaran RSBI di seluruh indonesia tak terkecuali di kabupaten HSU yang pasti pihaknya terus dan akan mematuhi peraturan tersebut baik secara pribadi maupun kedinasan.

“kita akan mematuhi peraturan yang ada, dan kita akan terus berupaya untuk mendorong sekolah tetap berkualitas meski tidak menyandang predikat RSBI lagi, ” jelas Hery.

Apapun nama sekolah pasca dihapusnya RSBI tersebut Heri juga mengatakan tidak mempermasalahkan, yang menjadi prioritas sekarang adalah bagaimana sekolah-sekolah baik dari tingkat SD hingga SMA tidak menjadi sekolah Dominasi atau populer.

Maksud dari Dominasi disini Hery lebih mericikan bahwa saat ini masyarakat berlomba-lomba untuk memasukkan anaknya ke sekolah unggulan, maka dari itu pihaknya tengah fokus untuk meratakan kualitas sekolah yang ada di HSU, ” saya tidak mempermasalahkan apa nama sekolah pasca dihapusnya RSBI tersebut, saat ini kami fokus kepada pemerataan kualitas sekolah supaya tidak ada kesan sekolah Dominasi dan sebagainya, ” imbuh Hery

Kehilangan status RSBI pada sekolah seperti di SMAN 1 Amuntai, meski membuat sekolah tersebut menjadi kehilangan status, akan tetapi sekarang ini tidaklah mengurangi kualitas sekolah tersebut , ” kehilangan status tidaklah berarti buat SMAN 1 Amuntai hal ini dikarenakan sebelum menjadi RSBI sekolah ini sudah menjadi sekolah unggulan yang dimana intinya sekolah tidak merugikan kepada masyarakat serta sekolah bisa optimal memberikan pengajaran, ” imbuhnya lagi.

Salah seorang siswa dari SMAN 1 Amuntai,  Angga Dwi Syahputra kepada Mata banua mengaakan bahwa dirinya secara pribadi juga menerima akan keputusan dari MK yang dimana telah menghapuskan status sekolahnya tersebut, akan tetapi dirinya juga bangga sebelum ada status RSBI sekolah yang menjadi tempatnya menimba ilmu ini sudah menjadi favorit di kabupaten HSU, dan pada setiap tahunnya untuk jumlah siswa baru semakin bertambah.
 


Sumber :: http://informasihsu.blogspot.com

2 komentar:

  1. Balasan
    1. Post ini Saya copy di http://informasihsu.blogspot.com.
      Kan sudah saya tulis sumbernya (walaupun tidak lengkap).
      Saya ngepost bulan januari tahun 2013. Jadi lebih dari 1 tahun.

      Hapus