Tampilkan postingan dengan label Teori. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teori. Tampilkan semua postingan
Selasa
Pengertian Motivasi dan Sumber Bukunya
10.03
|
1.
Dalam kamus Administrasi, Drs. The Liang Gie cs,
yang dikutif oleh Drs. M. Manullahng dan Drs. Marihot Manullang, M.M., M.Sc
(2004:165) : memberikan perumusan akan motivating atau pendorong kegiatan
sebagai berikut : “Pekerjaan yang dilakukan oleh seorang manajer dalam
memberikan inspirasi, semangat dan dorongan
kepada orang lain, dalam hal ini
karyawannya untuk mengambil tindakan-tindakan. Pemberian dorongan ini bertujuan
untuk menggiatkan orang-orang atau karyawan agar mereka bersemangat dan dapat
mencapai hasil sebagaimana dikehendaki orang-orang tersebut”.
2.
Greenberg dan Baron (Djatmiko, 2008:67) motivasi
adalah suatu proses yang mendorong, mengarahkan dan memelihara perilaku manusia
ke arah pencapaian tujuan.
3.
Miftah Thoha (2001:181) dalam bukunya Perilaku
Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasi, mengartikan motivasi sebagai dorongan
yang menyebabkan mengapa seseorang itu berusaha mencapai tujuan-tujuan, baik
sadar atau tidak sadar. Dorongan itu pula yang menyebabkan seseorang itu
berprilaku, yang dapat mengendalikan dan memelihara kegiatan-kegiatan, dan yang
menetapkan arah umum.
SUMBER :
Manullang, M. dan Marihot Manullang.
2004. Manajemen Personalia.
Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Djatmiko, Yayat Hayati. 2008. Perilaku Organisasi. Bandung: Alfabeta.
Thoha, Miftah. 2001. Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan
Aplikasinya. Jakarta : Rajawali Pers.
Senin
Pengertian Kepemimpinan
09.41
|
1.
Kepemimpinan adalah suatu proses penggunaan
pengaruh positif terhadap orang lain untuk melakukan usaha lebih banyak dalam
sejumlah tugas atau mengubah perilakunya (Kenneth N. Wexley dan Garry A. Yuki,
2003:189).
2.
Menurut Prof. Sukanto Reksohadiprojo (Djatmiko,
2008:47), kepemimpinan ialah proses memanfaatkan kekuasaan untuk mendapatkan
pengaruh pribadi. Usaha mempengaruhi ini merupakan proses merubah sikapdan
prilaku seseorang atau sekelompok orang lain sehingga produktivitas dapat
ditingkatkan.
3.
Kepemimpinan kadangkala diartikan sebagai
pelaksana otoritas dan pembuatan keputusan. Ada juga yang mengartikan sutu
inisiatif untuk bertindak yang menghasilkan suatu pola yang konsisten dalam
rangka mencari jalan pemecahan dari suatu persoalan bersama. Lebih jauh lagi
George R. Terry merumuskan bahwa kepemimpinan itu adalah aktivitas untuk
mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan mencapai tujuan organisasi (Miftah
Thoha, 2007:5).
Pengertian Pemimpin dan Ciri-cirinya
09.27
|
Seorang pemimpinlah yang bertanggung
jawab atas kegagalan suatu pekerjaan, merupakan suatu ungkapan yang mendudukan
posisi pemimpin dalam suatu organisasi pada posisi yang terpenting dan akan
selalu mempertanggung jawabkan kepemimpinannya (Miftah Thoha, 2003:1)
Menurut Siagian (2003:32) dalam buku
filsafat administrasi edisi revisi cetakan ke-18, tugas terpenting dan terutama
dari seorang pemimpin ialah untuk memimpin orang, memimpin pelaksanaan
pekerjaan, dan memanfaatkan sumber-sumber materil secara maksimal.Untuk
melaksanakan tugas itu dengan baik, seorang pemimpin harus memiliki ciri-ciri
sebagai berikut:
Ukuran Efektivitas
09.18
|
Efektivitas juga merupakan pengukuran
dalam arti tercapainya sasaran atau tujuan yang telah ditentukan sebelumnya
merupakan sebuah pengukuran dimana suatu target telah tercapai sesuai dengan
apa yang telah direncanakan. Adapun ukuran efektivitas untuk suatu organisasi
atau lembaga dapat dilihat dari beberapa kriteria berikut ini :
a. Input
b. Proses
produksi
c. Hasil (output)
d. Produktivitas
(Sedarmayanti, 2009:60).
Pengertian Efektivitas dan Sumbernya
09.08
|
1. Efektivitas
merupakan suatu ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh target dapat
dicapai. Pengertian efektivitas ini lebih berorientasi kepada keluaran
sedangkan masalah penggunaan masukan kurang menjadi perhatian utama. Apabila
efisiensi dikaitkan dengan efektivitas maka walaupun terjadi peningkatan
efektivitas belum tentu efisiensi meningkat”. (Sedarmayanti, 2009: 59).
2. Menurut
Supriyono (2000: 29), efektivitas merupakan hubungan antara keluaran suatu
pusat tanggung jawab dengan sasaran yang mesti dicapai, semakin besar
kontribusi daripada keluaran yang dihasilkan terhadap nilai pencapaian sasaran
tersebut, maka dapat dikatakan efektif pula unit tersebut.
3. Menurut
Yamit dalam bukunya Manajemen Produksi dan Operasi, efektivitas
merupakan suatu ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh tujuan tercapai,
baik secara kualitas maupun waktu, orientasinya pada keluaran yang dihasilkan”
(Yamit, 2003:14).
4. “Efektivitas
artinya informasi harus sesuai dengan kebutuhan pemakai dalam mendukung suatu proses
bisnis, termasuk di dalamnya informasi tersebut harus disajikan dalam waktu
yang tepat, format yang tepat sehingga dapat dipahami, konsisten dengan format
sebelumnya, isinya sesuai dengan kebutuhan saat ini dan lengkap atau sesuai
dengan kebutuhan dan ketentuan” (Mc Leod dalam Susanto, 2007:41).
Langganan:
Postingan
(Atom)
Label
- Cinta (2)
- HSU (8)
- Inspirasi (6)
- Kalimantan Selatan (8)
- Teori (5)
- Trik (13)
- Wanita dan Pria (5)
